Terlihat Bupati Gresik sangat Malu karena Banyak Warung Pangku.

       

       Predikat Gresik sebagai kota santri dan kota wali tercoreng oleh ulah sebagian masyarakatnya. Maksiat, narkoba, prostitusi, dan kejahatan asusila semakin meluas hingga melibatkan anak di bawah umur. Dengan alasan itu, para kiai, pengasuh pondok pesantren, para ustad dan pegiat sosial agama yang tergabung dalam Forum Peduli Gresik berbondong-bondong ke Pemkab Gresik untuk menemui Bupati Sambari Halim Radianto guna membicarakan persoalan ini, Rabu (2/6/2016). "Berkembangnya Kota Gresik semakin hari semakin mengancam moralitas generasi muda. Kemaksiatan terjadi di mana-mana, narkoba merajalela, kasus hamil di luar nikah terus meningkat, prostitusi melibatkan anak di bawah umur, warung remang-remang atau warung pangku juga semakin ramai di mana-mana, bahkan banyak juga fasilitas umum yang berubah jadi ajang maksiat," papar Fathoni Muklis, juru bicara forum saat bertemu Bupati Sambari. Penertiban, penegakan Perda dan sebagainya selama ini dirasa kurang maksimal sehingga kasus-kasus itu terus meluas. "Kami prihatin dengan itu semua. Dan kami rasa perlu adanya pemecahan masalah serta solusi yang melibatkan semua pihak, termasuk pemerintahan dan aparat penegak hukum," lanjutnya. Perda 7/2002 tentang larangan pelacuran dan perbuatan cabul, Perda 15/2002 sekaligus revisinya Perda 19/2004 tentang larangan minuman keras dirasa perlu dilakukan perbaikan

baca juga : Satpol pp Gresik berhasil menangkap 7 wanita saat razia menjelang Ramadhan

Selain dirasa kurang tegas, juga diharapkan ada lebih tanggung jawab masyarakat luas untuk turut terlibat dalam penanggulangan kemaksiatan di Gresik. "Dalam beberapa kali pembahasan, kami sempat merumuskan sejumlah usulan untuk Perda," kata Fathoni, yang dilanjutkan dengan menyerahkan berkas berisi usulan itu ke bupati dan wakil bupati yang menemui mereka. Menanggapi itu, Bupati Sambari mengaku akan segera mengumpulkan semua pihak guna membahasnya. Termasuk Polres Gresik, Kodim, Kejaksaan dan sejumlah instansi lain. "Saya sendiri sumpek setiap kali melihat hal-hal itu. Warung remang-remang, orang berbuat tak senonoh di fasilitas umum dan sebagainya itu benar-benar mencoreng status Gresik sebagai Kota Santri dan Kota Wali. Saya juga malu setiap kali mengetahui hal-hal seperti itu," jawab Sambari kepada Surya (TRIBUNnews.com Network). Dan pihaknya dengan tegas menyatakan perang terhadap prostitusi, minuman keras, narkoba serta kejahatan asusila. Namun, karena keterbatasan personil, pihaknya berharap semua elemen ikut terlibat dalam memerangi persoalan-persoalan ini. "Yang paling kami tekankan sekarang ini adalah pembentukan Perdes. Sehingga masing-masing wilayah bisa lebih efektif dalam penanganannya," imbuhnya
Dan yang tak kalah penting, peran ulama serta para tokoh masyarakat dalam melakukan pencegahan melalui berbagai kegiatan. Termasuk para guru saat mendidik semua peserta didiknya di sekolah maupun lembaga pendidikan lain

sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/02/bupati-gresik-malu-banyak-warung-pangku-para-kiai-desak-penerbitan-perda-asusila?page=3

1 Response to "Terlihat Bupati Gresik sangat Malu karena Banyak Warung Pangku."

Dilarang komentar spam